TUGAS UAS
Nama : Vivi Rima Mellinda
Kelas : A3KPI
NIM : 1940210026
Mata Kuliah : Jurnalistik
Dosen Pengampu :Ari Yusmindarsih, M.I.Kom.
Akhir Tahun, Tempat Wisata Jepara Ditutup Menuai Pro Kontra
IAIN Kudus - Dikarenakan virus corona masih merebak, pemerintah kabutapen Jepara menutup seluruh tempat wisata sementara guna mencegah penyebaran virus. Kabarnya penutupan wisata di kabupaten Jepara baik yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten, swasta maupun desa dimulai sejak 24 Desember 2020 sampai dengan 3 Januari 2020. Hal tersebut diketahui masyarakat dari unggahan akun Instagram @pemkabjepara pada Kamis, 24 Desember 2021.
Didalam postingan tersebut menuai tanggapan dari beberapa orang.
“Setuju sih, mengingat sekarang penderita virus corona yang semakin bertambah. Meskipun sudah ditetapkan protokol kesehatan pun pasti masih ada yang melanggar, karena dari pengelola wisata pasti juga tidak bisa mengontrol semua pengunjung.” Ujar Dea Oktaviani. Salah satu remaja yang wartawan wawancarai tersebut menuturkan kontra pada berita tersebut. (29/12)
Senada dengan Muhammad Nor Rohim, ia menuturkan bahwa ia setuju. Karena data sebelumnya mengatakan Corona mengalami kenaikan waktu pertengahan Desember ini. Contohnya saja kasus yang berada di Kudus terindikasi Corona, yang dikabarkan bahwa tiga guru di desa Jekulo meninggal. Hal tersebut akan berdampak pada yang lain, akibatnya murid sekolah tidak dapat menjalankan sekolah offline seperti biasanya. Untuk masalah penutupan tempat wisata di Jepara ini, menurutnya sangat tepat guna upaya untuk memutuskan rantai penyebaran. Maka dari itu, waktu liburan itu ramai orang luar daerah dan pastinya ke Jepara yang menimbulkan keramaian.
Dalam penjelasan diatas, jelas sekali penutupan wisata sangat berdampak kepada masyarakat. Tidak hanya mempunyai segi positif dalam menanggapi hal tersebut, adapun segi negatifnya.
“Kalau saya, setuju dan nggak setuju. Jadi gini, kalau dalam segi memutus rantai penyebaran Covid 19 saya setuju-setuju saja. Karena kegiatan tersebut untuk mencegah penyebaran dan untuk menghindari hal-hal yg tidak diinginkan. Gak setujunya, karena saya tidak bisa pergi keluar waktu liburan. Bosen. Di rumah hanya tiduran saja. Seharusnya kan dibuka biar ada tempat untuk refreshing.” Ucap seseorang yang enggan disebut namanya. (Vivi Rima)
Comments
Post a Comment